Komite MAN 1 Kulon Progo Gandeng Puskesmas Pengasih 1 Gelar Sosialisasi KEK dan Gizi

Komite MAN 1 Kulon Progo bekerja sama dengan Puskesmas Pengasih 1 mengadakan sosialisasi Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan Gizi kepada orang tua siswa dalam rangka tindak lanjut hasil pengukuran lingkar lengan (Lila) pada Rabu (16/11/2022) di serambi masjid madrasah setempat. Kegiatan tersebut diikuti oleh orang tua/wali siswa MAN 1 Kulon Progo.
Ketua Komite MAN 1 Kulon Progo, Drs. H. Pahid Mahmud Rais menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut bertujuan untuk menjalin kerja sama antara Puskesmas Pengasih 1, MAN 1 Kulon Progo, Komite, dan orang tua/wali siswa.
Pada kesempatan yang sama, Kepala MAN 1 Kulon Progo, H. Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., juga menyampaikan bahwa kegiatan tindak lanjut tersebut sangat penting dilakukan. “Kegiatan tindak lanjut ini sangat penting dilakukan karena dari hasil pengukuran lila siswi MAN 1 Kulon Progo ada 123 siswi yang mengalami Kekurangan Energi Kronis,” ungkap Edi, “hal ini perlu tindak lanjut yang serius dari orang tua/wali siswa.”
“Semoga dengan sosialisasi KEK dan Gizi kepada orang tua ini, orang tua siswa mau dan mampu menyediakan asupan gizi seimbang untuk putra-putrinya sehingga dapat mencegah dan mengatasi permasalahan KEK pada remaja putri di MAN 1 Kulon Progo,” harap Edi.
Selanjutnya, dr. Yusniar Ridani, Kepala Puskesmas Pengasih 1 dalam paparannya mengungkapkan bahwa pada saat pengukuran lila, ternyata ada 123 siswi yang mengalami KEK. Setelah dilakukan pengambilan data melalui google form penyebabnya ada dua, yaitu kurangnya pengetahuan siswa tentang asupan gizi seimbang dan perilaku siswa.
Senada dengan Yusniar, Ahli Gizi Puskesmas Pengasih 1, Susana A.S. menyampaikan mengenai masalah gizi utama di Indonesia yaitu Kekurangan Energi Konik (KEK), Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY), Kekurangan Vitamin A (KVA), dan Anemia Gizi Besi (AGB). Susana pun menyampaikan pentingnya pencegahan KEK karena untuk mengatasi KEK membutuhkan waktu lama bisa bertahun-tahun.
“Beberapa cara pencegahan KEK antara lain makan makanan yang bervariasi dan cukup mengandung kalori dan protein termasuk makanan pokok seperti nasi, ubi, dan kentang setiap hari. Kita dapat menambah dengan makanan yang mengandung protein seperti daging, ikan, telur, kacang-kacangan atau susu sekurang-kurangnya sehari sekali,” jelas Susana.
“Minyak dari kelapa atau mentega juga dapat ditambahkan pada makanan untuk meningkatkan pasokan kalori, terutama pada anak-anak/remaja yang tidak suka makan,” pungkasnya.
Sementara itu di akhir acara, Wakil Kepala Bidang Humas, H. Akh. Khudlori, S.Ag., M.Pd.I. juga mengemukakan bahwa KEK perlu segera ditindaklanjuti agar orang tua/wali dapat bersikap bijak dan membantu mencegah atau mengatasi permasalahan asupan gizi. (nhd/***)