Siapkan Lulusan Berdaya Saing, MAN 1 Kulon Progo Gelar Kegiatan Parenting

Guna menyiapkan lulusan dan alumni madrasah yang berdaya saing dan siap menghadapi berbagai tantangan dan kompetisi, belum lama ini Komite MAN 1 Kulon Progo menggelar Kegiatan Parenting bagi seluruh orang tua dan wali siswa, Rabu (16/11/2022) lalu.
Kegiatan yang bertajuk ‘Peran Orang Tua Dalam Kesuksesan Anak’ tersebut digelar oleh Pengurus Komite Madrasah di Serambi Masjid Al-Huda kompleks madrasah setempat. Menghadirkan dua narasumber, Zahro Varisna Rohmadani, S.Psi., M.Psi., Psikolog., dan Ayesha Rahmi, S.Ikom.
Kegiatan dibagi dalam dua session. Session awal pukul 07.30 – 09.30 WIB, dan session akhir pukul 09.30-11.30 WIB. Masing-masing session berisi acara: Lantunan Kalam Ilahi, Sambutan Kepala Madrasah, Sambutan Ketua Komite, dan Kegiatan Parrenting. Silvia Dewi Septania (Kelas XI MIPA 1) dan Muhammad Nur Rofiq (Kelas XII IIK) melantunkan ayat al-Qur’an dengan syahdu.

Kepala Madrasah, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd. pada sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih atas kerja samanya menghadiri undangan komite madrasah. Edi memaparkan beberapa kompetensi dan keberhasilan madrasah baik secara institusional, maupun keberhasilan guru atau siswa secara individual. Salah satunya adalah keberhasilan MAN 1 Kulon Progo berhasil menjadi Juara Pertama Lomba Madrasah Sehat, dan mewakili DIY ke tingkat nasional.
Selanjutnya Ketua Komite Madrasah, Drs. H. Pahid Mahmud Rais dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut berbeda dari biasanya yang berupa pengajian rutin tiga bulanan. “Kegiatan ini sengaja berbeda untuk membuka wawasan orang tua sekaligus membedah besarnya peran orang tua dalam kesuksesan putra putrinya. Hal ini juga untuk membekali orang tua bahwa lulusan yang berdaya saing bagi sangat diperlukan,” tuturnya.

Pada kesempata tersebut, psikolog yang sekaligus Dosen Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) tampil memotivasi orang tua siswa yang kebanyakan para ibu, betapa orang tua punya peran yang luar biasa dalam kesuksesan putra putrinya. Anak usia SLTA yang secara psikologis masih dalam tahap pencarian jati diri. Masih labil dan cenderung mudah meniru sesuatu yang baru.
“Orang tua harus bijak dalam menyikapi perilaku anak. Orang tua harus pandai memotivasi anaknya. Agar di kalangan anak tumbuh kesadaran bahwa kesuksesan adalah suatu kebutuhan, yang harus direncanakan dan diperjuangkan,” ujar Zuhro.

Sementara itu H. A. Khudlori, S.Ag., M.Pd.I., yang mendampingi dan memandu kegiatan dalam kesimpulan menyatakan bahwa kesuksesan anak adalah tanggungjawab semua pihak, yakni orang tua, pendidik, dan anak itu sendiri. Dengan mengutip syair Syaikh Zarnuji dalam Ta’lim Muta’allim, ia menambahkan bahwa Ilmu (kesuksesan) tidak akan didapat tanpa dengan terpenuhinya enam persyaratan. “Keenam syarat tersebut adalah: Dzuka (IQ), Hirs (Niyat/Motivasi), Istibar (Ketekunan/kesungguhan), Bulghah (bekal/biaya operasional), Irsyadi Ustad (bimbingan, pendampingan, dan doa guru), serta Thuluz Zaman (waktu belajar cukup),” ungkapnya. “Dan khusus bulghah atau bekal, tidak cukup bekal materi saja. Akan tetapi bekal rohani yang berupa doa kedua orang tua. Sebagaimana Sabda Rasul, Mustajabnya doa orang tua untuk anaknya, seperti mustajabnya doa para Rasul untuk para umatnya,” pungkas Khudlori. (khd/***)