Kulon Progo (MAN 1 KP) — Semangat literasi kembali digaungkan di lingkungan MAN 1 Kulon Progo melalui penyerahan buku antologi puisi Aksara Cinta Ramadan pada upacara bendera yang digelar di halaman madrasah, Senin (4/5/2026). Buku tersebut menjadi simbol kolaborasi lintas generasi dan lintas instansi dalam merangkai nilai-nilai Ramadan ke dalam karya sastra yang inspiratif.
Aksara Cinta Ramadan merupakan kumpulan puisi yang memuat beragam karya penulis dari unsur pegawai Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo, serta para siswa madrasah. Istimewanya, buku ini juga diawali dengan kata pengantar yang ditulis oleh Nasaruddin Umar, yang memberikan pesan mendalam tentang pentingnya sastra sebagai media menanamkan nilai spiritual, kemanusiaan, dan cinta kepada sesama.
Prosesi penyerahan buku berlangsung khidmat disaksikan seluruh civitas akademika MAN 1 Kulon Progo. Momentum tersebut sekaligus menjadi ajang apresiasi atas kontribusi para penulis yang telah menuangkan gagasan, perasaan, dan refleksi spiritual Ramadan dalam untaian puisi yang sarat makna.
Dalam sambutannya, Plt. Kepala MAN 1 Kulon Progo, Sihono Setyo Budi, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi atas terbitnya buku tersebut sebagai buah dari semangat literasi yang patut terus dipupuk di kalangan pendidik maupun peserta didik.
“Aksara Cinta Ramadan bukan sekadar kumpulan puisi, melainkan jejak pemikiran, rasa, dan nilai-nilai kebaikan yang diabadikan melalui tulisan. Saya bangga karena guru dan siswa madrasah turut menjadi bagian dalam karya kolaboratif ini. Kehadiran kata pengantar dari Menteri Agama RI menjadi kehormatan tersendiri sekaligus motivasi bagi kami untuk terus menumbuhkan budaya literasi di madrasah. Semoga buku ini menginspirasi lahirnya lebih banyak penulis muda dan menumbuhkan kecintaan terhadap dunia tulis-menulis,” ungkap Sihono.
Ia menambahkan, madrasah tidak hanya menjadi ruang tumbuh bagi kecerdasan akademik, tetapi juga tempat berkembangnya kreativitas, kepekaan rasa, dan kemampuan berekspresi melalui karya tulis.
Peluncuran Aksara Cinta Ramadan pun menjadi penegas komitmen MAN 1 Kulon Progo dalam mendukung gerakan literasi madrasah. Dengan hadirnya karya tersebut, madrasah berharap semangat menulis tidak berhenti pada satu momentum, melainkan terus hidup dan berkembang menjadi budaya yang mengakar, sehingga madrasah dapat terus melahirkan generasi yang cakap berpikir, peka merasa, dan terampil berkarya. (nhd)


Tetap berkarya