Kulon Progo (MAN 1 KP) — Karya literasi kembali lahir dari peserta didik MAN 1 Kulon Progo. Seorang siswi kelas XI-A, Apta Voleta Aileennisa, berhasil menulis sebuah novel berjudul Cinta Dibalik Ayunan yang mengangkat kisah remaja dengan balutan persahabatan, cinta, serta perjuangan menghadapi ujian kehidupan.
Novel ini mengisahkan tokoh utama bernama Nisa, seorang remaja dengan karakter ceria yang menjalani kehidupan penuh kehangatan bersama keluarga serta tiga sahabatnya, yakni Mirchi, Putri, dan Nifah. Kehidupan Nisa mulai mengalami perubahan sejak pertemuannya dengan Adi, ketua OSIS di sekolahnya. Seiring waktu, hubungan keduanya semakin dekat hingga tumbuh benih-benih cinta.
Namun, di balik keceriaan yang selalu ditampilkan, Nisa menyimpan sebuah rahasia besar terkait kondisi kesehatannya. Rahasia tersebut akhirnya terungkap ketika ia tiba-tiba jatuh sakit dan harus menjalani perawatan di rumah sakit. Pada momen inilah, sosok Adi menunjukkan kepedulian dan kelembutannya dalam mendampingi serta menguatkan Nisa, menghadirkan pesan mendalam tentang arti cinta dan ketulusan.
Plt. Kepala MAN 1 Kulon Progo, Sihono Setyo Budi, S.Pd., M.Si., memberikan apresiasi atas karya tersebut.
“Novel ini menunjukkan bahwa peserta didik MAN 1 Kulon Progo tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kreativitas dan kepekaan dalam mengolah cerita yang sarat nilai kehidupan. Ini patut diapresiasi dan menjadi inspirasi bagi siswa lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Ardyarti Latif Utami, teman sekolah penulis juga turut memberikan pandangannya terhadap karya ini.
“Kisah dalam novel ini sangat dekat dengan kehidupan remaja, dikemas dengan bahasa yang ringan namun menyentuh. Pembaca diajak merasakan emosi tokoh sekaligus mengambil pelajaran tentang arti persahabatan, cinta, dan keikhlasan,” ungkapnya.
Keberhasilan penulisan novel ini tidak terlepas dari peran para pendidik yang telah memberikan bimbingan dan dukungan. Penulis menyampaikan terima kasih kepada Legiman, S.Pd., M.S.I., selaku wali kelas, Subarjo, S.Pd., selaku guru Bahasa Indonesia, serta Dhian Wahyuningsih, S.Pd., sebagai guru BK, yang telah membimbing dan memotivasi dalam proses berkarya.
Melalui karya Cinta Dibalik Ayunan, diharapkan dapat menumbuhkan semangat literasi di kalangan siswa serta menjadi sarana untuk mengekspresikan gagasan, emosi, dan pengalaman dalam bentuk karya tulis yang inspiratif. (nhd)


Berita lainnya
Puncak Spiritualitas, MANSAKU Gelar Khotmil Qur’an dan Do’a Bersama
Siswa Mansaku Kreatif! Racik Jajanan Tradisional, Sukses Meriahkan HUT Madrasah
Warnai HUT MANSAKU ke-48 dengan Kreasi, Pentas Seni Tampilkan Bakat Siswa