Kulon Progo (MAN 1 KP) — Kiprah guru MAN 1 Kulon Progo kembali mendapat apresiasi di tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta. Vera Veronica, S.Pd., guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) MAN 1 Kulon Progo, dipercaya menjadi Master of Ceremony (MC) dalam kegiatan Festival Literasi Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (23/4/2026), di MAN 2 Kulon Progo.
Kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa guru madrasah tidak hanya berkiprah di bidang akademik, tetapi juga mampu menunjukkan kompetensi di berbagai bidang, termasuk public speaking dan pengembangan kegiatan literasi.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala MAN 1 Kulon Progo, Sihono Setyo Budi, S.Pd., M.Si., memberikan apresiasi atas dedikasi dan kiprah Vera yang dinilainya sebagai sosok pendidik multitalenta.
“Bu Vera adalah guru multitalenta. Beliau tidak hanya mengampu mata pelajaran olahraga, tetapi juga memiliki kemampuan menjadi MC profesional. Selain itu, beliau juga merupakan juri karate sekaligus karateka sabuk hitam. Semoga kiprah positif ini membawa keberkahan bagi semuanya,” ujar Sihono.
Sementara itu, Vera Veronica mengaku bersyukur dapat ambil bagian dalam kegiatan literasi bergengsi tingkat provinsi tersebut. Menurutnya, kesempatan menjadi MC dalam forum besar menjadi pengalaman berharga sekaligus amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Alhamdulillah, saya dipercaya menjadi MC pada kegiatan tingkat provinsi ini. Festival Literasi yang diselenggarakan oleh Komunitas Yuk Menulis ini menjadi ruang inspiratif bagi kepala madrasah, guru, pegawai, dan siswa untuk semakin mencintai budaya literasi,” tutur Vera.
Festival Literasi Kanwil Kemenag DIY diikuti perwakilan madrasah dari berbagai jenjang pendidikan, mulai RA hingga MA. Kegiatan berlangsung dalam dua sesi, yakni pukul 09.00–11.00 WIB dan 13.00–16.00 WIB, serta dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota beserta jajaran Seksi Pendidikan Madrasah se-DIY.
Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Dr. H. Ahmad Bahiej, SH., M.Hum. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam membangun peradaban yang maju. Menurutnya, literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga sebagai sarana membangun pola pikir kritis, kreatif, dan berkarakter bagi pendidik maupun peserta didik.
Dalam paparannya, Ahmad Bahiej juga mengangkat kisah Pangeran Diponegoro sebagai sosok pejuang yang memiliki kecintaan besar terhadap literasi. Melalui karya tulis dan catatan sejarahnya, nilai perjuangan, spiritualitas, serta gagasan besar Pangeran Diponegoro tetap hidup lintas generasi.
“Pangeran Diponegoro telah menunjukkan kepada kita bahwa literasi adalah kekuatan. Melalui tulisan, gagasan dapat melintasi zaman dan menjadikan nama seseorang tetap harum sepanjang sejarah,” ungkap Ahmad Bahiej.
Partisipasi Vera Veronica dalam Festival Literasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar MAN 1 Kulon Progo. Kehadirannya tidak hanya mewakili institusi, tetapi juga mempertegas komitmen madrasah dalam mendukung gerakan literasi sekaligus mengembangkan potensi guru secara holistik di berbagai bidang. (nhd)


Berita lainnya
MAN 1 Kulon Progo Sukseskan Launching Buku “Aksara Cinta Ramadan” dan Workshop Literasi DIY 2026
Pegiat Literasi MAN 1 Kulon Progo Tampil di Festival Literasi DIY, Kobarkan Semangat Menulis
Komite MAN 1 Kulon Progo Gelar Rakor Bahas Kegiatan Akhir Tahun Ajaran