Baca Juga

1 Oktober 2026

MAN 1 Kulon Progo

Santri Berlian

Kepala Madrasah Gelar Rakor Pimpinan, Matangkan Persiapan PKL Program Keterampilan

Kulon Progo (MAN 1 KP) — Kepala MAN 1 Kulon Progo menggelar rapat koordinasi (rakor) pimpinan untuk mematangkan persiapan pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Program Keterampilan bagi peserta didik. Rakor tersebut membahas berbagai kesiapan teknis dan strategis agar pelaksanaan PKL berjalan efektif serta mampu memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Kegiatan berlangsung di Ruang Kepala Madrasah, Senin (28/9/2026), dengan fokus pembahasan pada program keterampilan yang dikembangkan MAN 1 Kulon Progo, meliputi Elektronika, Tata Busana, dan Desain Komunikasi Visual (DKV).

Kepala MAN 1 Kulon Progo, Farida Rahmawati, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa PKL merupakan bagian penting dalam memperkuat pembelajaran berbasis keterampilan. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik tidak hanya mendapatkan pemahaman secara teoritis, tetapi juga kesempatan untuk mengimplementasikan kompetensi yang telah dipelajari dalam situasi nyata.

“PKL ini diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan praktik, tetapi menjadi sarana bagi peserta didik untuk mengembangkan kompetensi, kreativitas, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja. Karena itu, persiapannya harus dilakukan secara matang agar memberikan pengalaman yang benar-benar bermakna bagi siswa,” ujar Farida.

Dalam rakor tersebut, pimpinan madrasah juga membahas kesiapan masing-masing program keterampilan, mulai dari penentuan tempat praktik, pembimbingan, mekanisme pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan peserta didik memperoleh pengalaman praktik yang sesuai dengan kompetensi bidang yang dipilih.

Program PKL keterampilan juga menjadi bagian dari upaya madrasah dalam mendukung program pemerintah di bidang penguatan kompetensi dan keterampilan peserta didik, khususnya dalam mempersiapkan generasi yang memiliki kecakapan akademik sekaligus keterampilan praktis. Pembelajaran tidak hanya diarahkan pada pencapaian pengetahuan, tetapi juga pada pengembangan kompetensi yang dapat diterapkan dalam kehidupan maupun dunia kerja.

Bagi MAN 1 Kulon Progo, penguatan program keterampilan menjadi salah satu strategi untuk mewujudkan pendidikan yang lebih kontekstual dan responsif terhadap perkembangan zaman. Kompetensi elektronika, tata busana, dan DKV memiliki ruang pengembangan yang luas, baik untuk melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, maupun menjadi bekal bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi kewirausahaan.

Farida menambahkan, sinergi antara program pemerintah dan kebijakan madrasah perlu diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan dampak langsung bagi peserta didik.

“Kami ingin program keterampilan di madrasah memberikan bekal yang nyata. Anak-anak tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga memiliki keterampilan yang bisa dikembangkan sesuai potensi dan kebutuhan zaman. Harapannya, pengalaman PKL ini dapat membentuk peserta didik yang lebih mandiri, kreatif, produktif, dan siap menghadapi tantangan setelah menyelesaikan pendidikan di madrasah,” imbuhnya.

Melalui persiapan yang terencana, pelaksanaan PKL diharapkan mampu memperkuat keterhubungan antara pembelajaran di madrasah dengan praktik di lapangan. Peserta didik pun diharapkan memperoleh pengalaman baru, memperluas wawasan tentang dunia kerja, sekaligus membangun sikap profesional yang menjadi bekal penting untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki kehidupan bermasyarakat.

Rakor pimpinan ini menjadi langkah awal MAN 1 Kulon Progo untuk memastikan PKL Program Keterampilan Elektronika, Tata Busana, dan DKV dapat terlaksana secara optimal serta memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kompetensi dan masa depan peserta didik. (mar)