Bali (MAN 1 KP) — Murid MAN 1 Kulon Progo (MANSAKU) mengeksplorasi kekayaan budaya dan kearifan lokal kawasan Bedugul, Bali, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan studi budaya, Senin–Jumat (26–30/10/2026). Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual untuk mengenalkan keberagaman tradisi Nusantara, nilai toleransi, pelestarian lingkungan, serta hubungan erat antara budaya dan kehidupan masyarakat.
Bedugul, kawasan dataran tinggi di Bali, menawarkan beragam potensi pembelajaran yang memadukan warisan spiritual, tradisi masyarakat, pertanian, dan pelestarian alam. Salah satu ikon budayanya adalah Pura Ulun Danu Beratan, tempat suci yang berada di tepi Danau Beratan dan memiliki keterkaitan dengan penghormatan terhadap air sebagai sumber kehidupan. Keberadaan pura tersebut memberikan gambaran tentang bagaimana nilai spiritual dan alam menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Bali.
Selain mengenal arsitektur pura dan nilai-nilai yang melatarbelakanginya, murid dapat mengeksplorasi beberapa aspek budaya khas kawasan Bedugul. Pertama, kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan alam, termasuk pemanfaatan danau dan sumber air untuk mendukung kehidupan masyarakat. Kedua, sistem pertanian tradisional Bali yang dikenal dengan subak, yakni sistem pengelolaan irigasi secara kolektif yang mencerminkan semangat gotong royong, musyawarah, dan keadilan dalam pembagian air. Sistem ini berkaitan erat dengan filosofi Tri Hita Karana, yaitu upaya menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.
Ketiga, murid dapat mengenal tradisi keagamaan dan tata krama masyarakat setempat, seperti pentingnya menghormati tempat suci, menjaga kesopanan, serta memahami makna simbol dan bangunan tradisional. Keempat, kehidupan masyarakat agraris di sekitar Bedugul dapat menjadi bahan pembelajaran mengenai pertanian hortikultura, budidaya buah dan sayuran, serta hubungan antara kondisi alam dataran tinggi dan mata pencaharian warga. Pasar tradisional Candikuning juga menjadi salah satu tempat untuk mengamati aktivitas ekonomi lokal, hasil pertanian, dan interaksi sosial masyarakat.
Tidak kalah menarik, keberagaman masyarakat Bedugul dapat menjadi pintu masuk untuk mempelajari toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Tradisi hidup berdampingan yang berkembang di kawasan ini mengajarkan bahwa perbedaan keyakinan dan kebiasaan bukanlah penghalang untuk membangun kehidupan yang harmonis. Murid diharapkan mampu mengambil pelajaran tentang sikap saling menghormati, keterbukaan, dan pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman.
Kepala MAN 1 Kulon Progo, Farida Rahmawati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa studi budaya memiliki peran penting dalam memperluas wawasan murid sekaligus memperkuat karakter mereka melalui pengalaman langsung.
“Melalui studi budaya, murid tidak hanya mengenal tempat dan tradisi daerah lain, tetapi juga belajar memahami nilai-nilai luhur yang hidup di tengah masyarakat. Kami berharap pengalaman di Bedugul dapat menumbuhkan sikap toleransi, menghargai keberagaman, mencintai budaya Indonesia, serta meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian alam. Pengetahuan yang diperoleh hendaknya menjadi bekal untuk membangun karakter murid yang berwawasan luas dan berakhlak mulia,” ungkap Farida.
Pembelajaran di luar kelas ini juga penting untuk mengembangkan kemampuan observasi, komunikasi, berpikir kritis, dan refleksi. Dengan melihat langsung kehidupan sosial dan budaya masyarakat, murid dapat menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di madrasah dengan realitas di lapangan. Pengalaman tersebut diharapkan membangun pemahaman yang lebih utuh tentang kebudayaan sebagai identitas bangsa yang perlu dihormati dan dilestarikan.
Melalui rangkaian studi budaya ke Bali, MANSAKU berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai karakter, toleransi, tanggung jawab, dan cinta Tanah Air. Eksplorasi budaya Bedugul diharapkan menjadi inspirasi bagi murid untuk turut menjaga warisan budaya Nusantara sekaligus menerapkan nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari. (ver)


Berita lainnya
OSIS MANSAKU Ikuti Pengukuhan Ketua OSIS se-Kulon Progo
Semangat Sumpah Pemuda, Murid MANSAKU Belajar Sejarah di Istana Tampaksiring
Murid MANSAKU Kenali Filosofi Sendratari Kecak, Warisan Budaya Bali