Bali (MAN 1 KP) — Memaknai semangat Sumpah Pemuda, murid MAN 1 Kulon Progo (MANSAKU) belajar mengenal sejarah kepemimpinan dan nilai kebangsaan melalui kunjungan ke Istana Kepresidenan Tampaksiring, Bali, sebagai bagian dari rangkaian studi budaya, Senin–Jumat (26–30/10/2026). Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran di luar kelas untuk menumbuhkan nasionalisme, memperkuat karakter kebangsaan, serta menginspirasi generasi muda agar berperan aktif dalam menjaga persatuan Indonesia.
Kunjungan ke Istana Kepresidenan Tampaksiring memberikan kesempatan kepada murid untuk mengenal salah satu tempat penting dalam sejarah penyelenggaraan pemerintahan Indonesia. Istana yang terletak di kawasan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali, ini dibangun pada masa pemerintahan Presiden Soekarno dan memiliki fungsi sebagai tempat beristirahat sekaligus menerima tamu negara. Keberadaannya menjadi bagian dari perjalanan sejarah kepresidenan Indonesia yang dapat memperkaya wawasan kebangsaan murid.
Dalam momentum peringatan semangat Sumpah Pemuda, kunjungan ini relevan untuk mengingat kembali ikrar pemuda pada 28 Oktober 1928, yang menegaskan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa: Indonesia. Nilai persatuan tersebut menjadi landasan penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk derasnya arus informasi, perkembangan teknologi, serta keberagaman pandangan di tengah masyarakat.
Melalui pembelajaran di Istana Kepresidenan Tampaksiring, murid dapat mengeksplorasi nilai sejarah, fungsi lembaga kepresidenan, arsitektur bangunan, serta pentingnya menjaga warisan sejarah bangsa. Pengalaman ini juga dapat menjadi ruang refleksi tentang perjuangan para pendahulu dalam membangun Indonesia dan tanggung jawab generasi muda untuk melanjutkan cita-cita bangsa melalui pendidikan, prestasi, integritas, dan kontribusi positif bagi masyarakat.
Kepala MAN 1 Kulon Progo, Farida Rahmawati, S.P., M.Pd., menyampaikan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar diperingati setiap tahun.
“Semangat Sumpah Pemuda mengajarkan kepada kita bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu dan maju bersama. Melalui pembelajaran sejarah di Istana Kepresidenan Tampaksiring, kami berharap murid MANSAKU semakin memahami perjalanan bangsa, memiliki rasa cinta Tanah Air, serta menyadari tanggung jawabnya sebagai generasi penerus. Pemuda harus berani bermimpi, berprestasi, menjaga persatuan, dan memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia,” ungkap Farida.
Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya pembelajaran kontekstual dalam pendidikan. Dengan mengunjungi situs bersejarah, murid dapat menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di madrasah dengan realitas sejarah dan kehidupan berbangsa. Pengalaman tersebut diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menumbuhkan rasa ingin tahu, serta membangun sikap menghargai perjuangan para pendiri bangsa.
Melalui rangkaian studi budaya ke Bali, MANSAKU berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga memperkuat karakter dan identitas kebangsaan murid. Semangat Sumpah Pemuda diharapkan terus hidup dalam diri setiap murid melalui sikap disiplin, toleransi, gotong royong, dan komitmen untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa. (akh)


Berita lainnya
OSIS MANSAKU Ikuti Pengukuhan Ketua OSIS se-Kulon Progo
Murid MANSAKU Kenali Filosofi Sendratari Kecak, Warisan Budaya Bali
Belajar Budaya di Bedugul, Murid MANSAKU Kenali Kearifan Lokal Bali