Kulon Progo (MAN 1 KP) — MAN 1 Kulon Progo melalui Paguyuban Orang Tua Murid (POTM) sukses menyelenggarakan Gelar Budaya 2026 di Auditorium Gedung TBK Taman Budaya Kulon Progo, Kamis (7/5/2026). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka penyerahan kembali siswa kelas XII kepada orang tua setelah menempuh pendidikan di madrasah.
Ketua POT Kelas XII, Sapto Winarno, menyampaikan bahwa kegiatan berlangsung lancar dan mendapat sambutan positif dari para orang tua, tamu undangan, serta masyarakat yang hadir. Ia didampingi oleh Mustaniroh dan Supriyani bersama pengurus POTM kelas XI dan X.
Perhelatan budaya tersebut menampilkan beragam kreativitas seni khas MAN 1 Kulon Progo. Penampilan grup hadroh Syubbanul Kirom berhasil memukau penonton saat membuka sekaligus menutup acara. Selain itu, Tari Tanjung Gumirang yang menggambarkan perjalanan dan perjuangan meraih kesuksesan juga mendapat apresiasi meriah dari hadirin.
Suasana haru terasa ketika para wisudawan membawakan lagu “Ibu” karya Haddad Alwi dan “Bunda” milik Melly Goeslaw. Penampilan tersebut kemudian disambut lagu “Tunggal Ika” dari Denny Caknan yang dibawakan oleh Amelia Mukti Rahayu kelas XI-C. Lagu itu menggambarkan perjuangan serta ungkapan terima kasih seorang anak kepada orang tua yang senantiasa memberikan kasih sayang dan doa. Tepuk tangan meriah pun menggema di auditorium.
Tak kalah menarik, Tim Karawitan MAN 1 Kulon Progo turut menyuguhkan penampilan memikat melalui sejumlah gending, di antaranya Lancaran Budhalan dan Monggang, Ladrang Mijil Marganingtyas, Santri Mulya dan Pangkur, Ladrang Purna Utama, Lancaran Bindri, hingga ditutup dengan Gangsaran.
Pelaksana Tugas Kepala Madrasah, Sihono Setyo Budi, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Gelar Budaya menjadi wujud sinergi antara orang tua dan madrasah dalam melestarikan budaya sekaligus memperkuat nilai-nilai religius.
“Gelar Budaya ini diselenggarakan oleh POTM, sementara pelaksana acaranya oleh madrasah, dengan tetap dibuka Kalam Ilahi dan ditutup doa kiai. Sehingga budaya yang digelar tetap berciri khas madrasah,” ujarnya.
Akh. Khudlori, S.Ag., M.Pd., selaku waka humas menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan kaidah “al-Muhafadhah ‘ala al-Qadim al-Salih wa al-Akhdzu ‘an al-Jadid al-Aslah”, yakni melestarikan tradisi lama yang baik dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik. Menurutnya, nilai itu penting agar generasi muda tetap berakar pada budaya sekaligus mampu mengikuti perkembangan zaman. (akh)


Mantap