Kulon Progo (MAN 1 KP) — MAN 1 Kulon Progo terus memperkuat budaya literasi di kalangan peserta didik melalui Gerakan Literasi Madrasah yang dilaksanakan secara rutin setiap dua minggu sekali pada hari Senin. Kegiatan tersebut dilaksanakan di ruang kelas masing-masing sebagai bagian dari upaya madrasah membangun kebiasaan membaca sekaligus memperkuat kemampuan peserta didik dalam memahami, mengolah, dan menyampaikan informasi.
Gerakan literasi tidak hanya menjadi kegiatan pembiasaan, tetapi juga diarahkan untuk memberikan dampak nyata terhadap perkembangan akademik dan karakter peserta didik. Melalui aktivitas membaca secara rutin, peserta didik mendapatkan kesempatan untuk memperluas wawasan, menambah perbendaharaan kosakata, meningkatkan kemampuan memahami bacaan, serta mengembangkan pola pikir kritis dan analitis.
Kegiatan literasi juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengenal beragam informasi dan pengetahuan di luar materi pembelajaran. Kebiasaan tersebut diharapkan mampu mendorong rasa ingin tahu dan membangun kemandirian belajar, sehingga peserta didik tidak hanya bergantung pada informasi yang diberikan guru.
Kepala MAN 1 Kulon Progo, Farida Rahmawati, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa literasi merupakan salah satu fondasi penting dalam membentuk generasi yang memiliki wawasan luas dan kemampuan berpikir.
“Literasi bukan hanya tentang membaca, tetapi bagaimana peserta didik mampu memahami informasi, berpikir kritis, kemudian mengolahnya menjadi pengetahuan dan gagasan yang bermanfaat. Pembiasaan yang dilakukan secara konsisten diharapkan dapat membentuk karakter pembelajar yang memiliki rasa ingin tahu dan mampu menghadapi perkembangan zaman,” ujar Farida.
Secara bertahap, gerakan ini diharapkan memberikan efek positif terhadap minat dan kebiasaan membaca peserta didik. Semakin sering peserta didik berinteraksi dengan bahan bacaan, semakin banyak pula informasi, kosakata, dan perspektif yang diperoleh. Hal tersebut dapat mendukung kemampuan mereka dalam memahami materi pelajaran, menyusun gagasan, berdiskusi, menulis, maupun menyampaikan pendapat.
Dampak lainnya terlihat pada penguatan kemampuan berpikir kritis dan literasi informasi. Peserta didik didorong untuk tidak sekadar menerima informasi, tetapi juga memahami isi bacaan, menemukan gagasan utama, menghubungkan informasi, serta mempertimbangkan informasi yang diperoleh sebelum mengambil kesimpulan.
Dari sisi karakter, kegiatan literasi turut membangun kedisiplinan, ketekunan, tanggung jawab, dan kemandirian belajar. Rutinitas membaca setiap dua minggu sekali menjadi stimulus agar peserta didik terbiasa menyediakan waktu untuk membaca dan belajar secara mandiri.
“Harapannya, budaya membaca ini tidak berhenti ketika kegiatan literasi berlangsung di kelas. Kami ingin peserta didik membawa kebiasaan tersebut ke kehidupan sehari-hari, sehingga membaca dan belajar menjadi bagian dari kebutuhan mereka,” tambah Farida.
Dengan pelaksanaan yang konsisten, MAN 1 Kulon Progo berharap Gerakan Literasi Madrasah mampu menciptakan lingkungan belajar yang semakin kaya pengetahuan. Peserta didik diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki wawasan luas, mampu berpikir kritis, komunikatif, kreatif, serta memiliki kesiapan menghadapi tantangan pendidikan dan kehidupan di masa mendatang.
Melalui gerakan tersebut, MAN 1 Kulon Progo meneguhkan komitmennya menjadikan literasi sebagai bagian dari budaya madrasah. Dari kebiasaan membaca, tumbuh wawasan; dari wawasan, berkembang pemikiran; dan dari pemikiran lahir generasi hebat. (nhd)


Berita lainnya
Konsolidasikan Lima Bidang, Kamad MANSAKU Pacu Penguatan Program Madrasah
MANSAKU Siap Ikuti Perkamuda DIY 2026, Bawa Semangat dan Nama Baik Madrasah
Kepala MANSAKU Lantik Penegak Bantara, Teguhkan Semangat Kepemimpinan dan Pengabdian