MAN 1 Kulon Progo

Santri Berlian

Tak Sekadar Menulis, Murid MANSAKU Wariskan Karya Novel untuk Gerakkan Literasi

Kulon Progo (MAN 1 KP) — Semangat literasi di MAN 1 Kulon Progo (MANSAKU) terus tumbuh melalui karya nyata para murid. Sebanyak empat novel karya murid MANSAKU dihibahkan kepada Subarjo, S.Pd., Guru Bahasa Indonesia sekaligus Pembimbing Literasi MANSAKU, dalam upacara yang digelar pada Senin (14/9/2026) di lingkungan madrasah setempat.

Tiga novel yang dihibahkan tersebut yakni Cinta Dibalik Ayunan karya Apta Voleta Aileennisa, , Senja Bersama Sahabat Sejati karya Ardyarti Latif Utami, serta Tahta, Air Mata dan Aurellion karya Catherina Raina Gadis dan buku kumpulan puisi Perjalanan Batin Remaja karya Jeni Eka Nurrohmah.

Hibah karya tersebut menjadi bukti bahwa budaya literasi di MANSAKU tidak berhenti pada aktivitas membaca dan menulis, tetapi telah berkembang menjadi produktivitas dalam menghasilkan karya sastra. Kehadiran novel-novel karya murid juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk berani mengembangkan gagasan dan menuangkannya dalam bentuk karya.

Subarjo, S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas kreativitas para murid yang telah berhasil menghasilkan karya novel. Menurutnya, proses menghasilkan sebuah novel membutuhkan ketekunan, kreativitas, konsistensi, serta kemampuan mengolah pengalaman dan imajinasi menjadi sebuah cerita yang dapat dinikmati pembaca.

“Saya sangat mengapresiasi anak-anak yang sudah berani dan mampu menghasilkan karya novel. Ini bukan proses yang mudah. Ada ide, kreativitas, ketekunan, dan proses panjang yang mereka lalui sampai sebuah cerita menjadi karya yang utuh,” ujar Subarjo.

Ia berharap karya-karya tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi penulisnya, tetapi juga mampu menghidupkan budaya literasi di kalangan murid MANSAKU.

“Saya berharap novel-novel ini dapat dibaca oleh siswa lainnya dan menjadi pemantik semangat untuk berkarya. Jangan hanya menjadi pembaca, tetapi mari mulai berani menulis dan menghasilkan karya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Kulon Progo, Farida Rahmawati, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi terhadap para murid yang telah menunjukkan produktivitasnya melalui karya sastra. Menurutnya, kemampuan menghasilkan karya merupakan bagian penting dari pengembangan potensi dan karakter peserta didik.

“Kami sangat bangga dan mengapresiasi para siswa yang mampu menghasilkan karya novel. Ini menunjukkan bahwa madrasah memiliki potensi-potensi kreatif yang perlu terus diberikan ruang untuk tumbuh dan berkembang,” ungkap Farida.

Farida menilai, keberadaan karya sastra siswa di lingkungan madrasah dapat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem literasi yang positif.

“Literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi juga tentang keberanian menyampaikan gagasan dan menghasilkan karya. Semoga karya-karya ini menjadi jejak kreativitas siswa sekaligus menginspirasi siswa lainnya untuk terus membaca, menulis, dan berkarya,” pungkasnya.

Empat novel tersebut kini menjadi bagian dari karya literasi yang dapat memberikan warna bagi kehidupan literasi di MANSAKU. Dari Cinta Dibalik Ayunan, Perjalanan Batin Remaja, Senja Bersama Sahabat Sejati, hingga Tahta, Air Mata dan Aurellion, para murid telah meninggalkan jejak bahwa dari lingkungan madrasah pun dapat lahir karya sastra yang patut diapresiasi. (nhd)