Baca Juga

28 Oktober 2026

MAN 1 Kulon Progo

Santri Berlian

Jelajahi Pantai Lovina, Murid MANSAKU Belajar Habitat Lumba-Lumba

Bali (MAN 1 KP) — Murid MAN 1 Kulon Progo (MANSAKU) mengeksplorasi pesona alam Pantai Lovina, Bali, sekaligus belajar mengenal habitat lumba-lumba dalam rangkaian kegiatan studi budaya ke Bali, Senin–Jumat (26–30/10/2026). Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi murid untuk memperluas wawasan tentang keanekaragaman hayati laut, ekosistem pesisir, serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Pantai Lovina dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari di Bali yang identik dengan keberadaan lumba-lumba di perairan sekitarnya. Melalui kunjungan ini, murid berkesempatan mengenal lebih dekat kehidupan mamalia laut tersebut, habitat alaminya, serta keterkaitan antara kelestarian ekosistem laut dan keberlangsungan hidup satwa.

Kegiatan pembelajaran di luar kelas ini memiliki urgensi dalam memperkaya pengalaman belajar murid. Pengetahuan tentang lingkungan tidak cukup hanya diperoleh melalui buku dan pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga perlu diperkuat dengan pengamatan langsung. Dengan demikian, murid diharapkan mampu menghubungkan materi pembelajaran dengan fenomena alam yang dijumpai, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap persoalan lingkungan.

Selain menambah wawasan tentang kehidupan laut, kunjungan ke Pantai Lovina juga menjadi momentum untuk menanamkan kesadaran bahwa lumba-lumba merupakan satwa liar yang harus dijaga kelestarian dan habitatnya. Interaksi manusia dengan satwa di alam perlu dilakukan secara bertanggung jawab dengan memperhatikan keselamatan satwa, menjaga jarak yang aman, serta tidak mengganggu perilaku alaminya.

Kepala MAN 1 Kulon Progo, Farida Rahmawati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan studi budaya merupakan kesempatan bagi murid untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas melalui interaksi langsung dengan lingkungan dan masyarakat.

“Pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Melalui kegiatan seperti ini, murid dapat melihat secara langsung kekayaan alam Indonesia, memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan. Kami berharap pengalaman ini dapat membentuk murid yang berwawasan luas, peduli terhadap alam, dan mampu menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Farida.

Rangkaian studi budaya ke Bali ini juga memberikan kesempatan kepada murid untuk mengenal kekayaan budaya dan potensi alam daerah lain di Indonesia. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat sikap menghargai keberagaman, membangun kemandirian, melatih kedisiplinan, serta mengembangkan karakter positif selama mengikuti kegiatan di luar madrasah.

Melalui eksplorasi Pantai Lovina, MANSAKU berupaya menghadirkan pembelajaran yang bermakna dengan memadukan pengetahuan, pengalaman, dan pembentukan karakter. Murid diharapkan tidak hanya membawa pulang kenangan perjalanan, tetapi juga pemahaman yang lebih mendalam tentang keanekaragaman hayati dan komitmen untuk ikut menjaga kelestarian alam Indonesia. (far)