Kulon Progo (MAN 1 KP) — MAN 1 Kulon Progo terus mengembangkan layanan pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan peserta didik melalui penerapan program diversifikasi madrasah. Program ini merupakan implementasi dari Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 347 Tahun 2022 tentang Implementasi Kurikulum Merdeka pada Madrasah yang mendorong penganekaragaman layanan dan kurikulum sesuai potensi daerah, kearifan lokal, serta minat dan bakat siswa.
Sebagai madrasah yang ditetapkan dalam kategori MA Reguler sekaligus MA Plus Keterampilan, MAN 1 Kulon Progo tidak hanya mempersiapkan peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, tetapi juga membekali mereka dengan kompetensi keterampilan yang relevan dengan dunia kerja dan kewirausahaan.
Plt. Kepala MAN 1 Kulon Progo, Sihono Setyo Budi, S.Pd., M.Si., mengatakan bahwa program diversifikasi menjadi salah satu strategi madrasah dalam menjawab tantangan pendidikan masa kini.
“Kami berupaya menghadirkan layanan pendidikan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga memberikan bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan peserta didik setelah lulus. Dengan demikian, lulusan MAN 1 Kulon Progo memiliki lebih banyak pilihan, baik melanjutkan studi, bekerja, maupun berwirausaha,” ujarnya.
Diversifikasi madrasah aliyah yang diatur Kementerian Agama mencakup beberapa kategori, yakni MA Unggulan/Riset, MA Program Keagamaan (MAPK), MA Akademik, MA Reguler, MA Plus Keterampilan, dan MA Kejuruan (MAK). Penetapan kategori tersebut dilakukan melalui Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.
MAN 1 Kulon Progo sendiri telah ditetapkan sebagai MA Reguler dan MA Plus Keterampilan sejak tahun 2020 melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2851 Tahun 2020. Dalam pelaksanaannya, madrasah menyediakan tiga pilihan program keterampilan, yaitu Elektronika, Tata Busana, dan Multimedia/Desain Komunikasi Visual (MM/DKV). Setiap tahun ajaran, masing-masing program membuka kuota satu kelas sehingga secara keseluruhan tersedia maksimal tiga kelas keterampilan.
Data akhir Tahun Ajaran 2025/2026 menunjukkan bahwa MAN 1 Kulon Progo memiliki 583 peserta didik, terdiri atas 281 siswa (48 persen) dan 303 siswi (52 persen). Berdasarkan tingkat kelas, jumlah peserta didik meliputi 208 siswa kelas X (35,7 persen), 206 siswa kelas XI (35,3 persen), dan 169 siswa kelas XII (29 persen).
Dari sisi peminatan program, sebanyak 332 peserta didik (57 persen) mengikuti program reguler atau non-keterampilan, sedangkan 251 peserta didik (43 persen) memilih program keterampilan. Adapun rincian peserta didik pada masing-masing program keterampilan adalah Elektronika sebanyak 87 siswa (15 persen), Tata Busana 73 siswa (13 persen), dan MM/DKV sebanyak 91 siswa (16 persen).
Menurut Sihono, tingginya minat siswa terhadap program keterampilan menunjukkan bahwa pendidikan berbasis kompetensi semakin dibutuhkan oleh generasi muda.
“Program keterampilan menjadi nilai tambah yang sangat penting. Selain memperkuat kompetensi peserta didik, program ini juga membuka peluang bagi mereka untuk memiliki kemampuan praktis yang dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri di masa depan,” tambahnya.
Melalui perpaduan antara pendidikan akademik, keagamaan, dan keterampilan, MAN 1 Kulon Progo berkomitmen mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, serta mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia pendidikan, dunia kerja, dan perkembangan zaman. (akh)


Berita lainnya
Tanamkan Nasionalisme dan Teladani Perjuangan Santri, MAN 1 Kulon Progo Ikuti Upacara Hari Santri 2026
Guru dan Murid MAN 1 Kulon Progo Ikuti Salat Istisqa di Lapangan Pengasih
Kultum Zuhur MAN 1 Kulon Progo, Mustafid Enukhad Ajak Warga Madrasah Perkuat Persatuan