MAN 1 Kulon Progo

Santri Berlian

Songsong Pemilu 2024, MAN 1 Kulon Progo Gandeng Kesbangpol DIY Gelar Pendidikan Politik bagi Pemilih Pemula

Pelaksanaan Pemilihan Umum 2024 tinggal satu tahun lagi, tepatnya tanggal 14 Februari 2024. Landasan yuridis Pemilu 2024 adalah UU Nomor 7 Tahun 2017 dan Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2022. Pihak-pihak yang berkompeten secara intensif telah melakukan tugas atau kepentingan masing-masing, mulai dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu, partai politik ataupun perorangan.
Sinergis dengan hal tersebut, MAN 1 Kulon Progo kerjasama dengan Badan Kesbangpol DIY menyelenggarakan Pendidikan Politik Bagi Pemilih Pemula, Senin (13/2/2023). Kegiatan tersebut diikuti oleh 40 peserta didik terpilih dengan tema “Pemilih Pemula Cerdas Memilih” dan menghadirkan narasumber dari Kanwil Kemenag DIY, KPU Kulon Progo, Bawaslu DIY, serta Fisipol UGM. Untuk mengakomodir peserta didik sisanya yang masuk dalam daftar pemilih pemula pada Pemilu 2024 maka telah disampaikan pada saat amanat upacara bendera. Pembina upacara, Sudrajad, S.Pd., dalam amanatnya menyampaikan tanggal pelaksanaan Pemilu 2024, tahapan, fungsi, pentingnya partisipasi dan menjadi pemilih yang cerdas.
Pemaparan materi yang dimoderatori Harmiyati, S.Pd., M.Sc., dimulai dengan narasumber pertama, H. Fahrudin, S.Ag., MA. dari Kanwil Kemenag DIY. Fahrudin menyampaikan tentang kesadaran menggunakan hak pilih dalam persepektif Islam. Dengan mengutip sumber Al-Qur’an, Ia menjabarkan “Hal-hal yang harus diperhatikan dalam berpolitik yang sesuai dengan ajaran Al-Qur’an yaitu musyawarah, keadilan, kebebasan, persamaan hak, anti politik uang, dan prinsip boleh meminta pertanggungjawaban pemimpin pemerintahan dan ruang lingkup patuh kepadanya”.
Selanjutnya Hidayatut Thoyibah, S.Ag. (KPU Kulon Progo) sebagai pemateri kedua, menjelaskan tentang Partisipasi Pemilih Pemula dalam Pemilu 2024, yaitu pentingnya dan makna demokrasi, bentuk-bentuk partisipasi, tahapan pemilu, preferensi politik anak muda dalam pemilu 2019. Hal itu sebagai bekal pemahaman dalam berpartisipasi pada Pemilu 2024.
Kemudian narasumber ketiga dari Badan Pengawas Pemilu DIY, Panggih Widodo, S.Si. menguraikan tugas Bawaslu dan Urgensi Pengawasan Partisipatif Pemilu 2024. Dengan menutip UU Nomor 7 Tahun 2017 pasal 93 huruf b, bahwa tugas Bawaslu adalah melakukan pencegahan dan penindakan terhadap pelanggaran pemilu dan sengketa proses pemilu. “Partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu dapat berwujud pencegahan, pemantauan/ pengawasan, pemberian informasi, pelaporan dan saksi,” pungkasnya.
Pemateri keempat menghadirkan Faiz Kasyifilham, MA., dari Fisipol UGM, menjabarkan Pemilih Pemula Cerdas Memilih. “Dalam Pemilu 2024 memiliki beberapa kendala dan tantangan, yaitu politik uang, politik identitas, netralitas ASN, dan Hoaks serta ujaran kebencian. Mensikapi hal ini, maka jadilah pemilih yang cerdas yakni melihat secara kritis visi misi dan program setiap calon, teliti melihat track record calon, sering mengikuti informasi terkait pemilu, teliti atas setiap informasi tentang pemilu yang diperoleh dari berbegai sumber, kritis terhadap berita yang terindikasi hoaks dan tidak latah untuk menyebarluaskannya, bersikap objektif, kritis dan cerdas dalam mensikapi setiap isu politik dan pemilu, gunakan hak pilih, dan awasi kinerja dan realisasi janji politik setiap wakil rakyat terpilih,” paparnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta didik sangat antusias mengikutinya. Hal itu terbukti dari keseriusan dan banyaknya pertanyaan dari peserta didik, misalnya Muhamad Audi kelas XII IPS 3 menanyakan perihal warga Negara yang dicabut haknya menurut ketentuan UU, Isnaini Safridiyah kelas XII IIK mohon penjelasan mengenai syarat dan cara menjadi pemantau/pengawas pemilu, Shiddiq Nur Rahman kelas XII MIPA 1 bertanya tentang tindakan Bawaslu jika terjadi money politic, Ridwan Nazarudin kelas XII IPS 3 konfirmasi tentang persepsi politik itu menyeramkan, dan aneka pertanyaan lain.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Kulon Progo, H. Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd. dalam pengarahannya menyampaikan pentingnya kegiatan tersebut dilaksanakan. “Kegiatan pagi ini sangat penting karena partisipasi politik warga negara memiliki peran penting dalam setiap Pemilu. Kategori pemilih yang perlu diperhatikan tingkat partisipasi politiknya adalah pemilih pemula, maka anak-anakku semua ikutilah kegiatan dengan baik sebagai bekal kalian untuk berpartisipasi pada Pemilu 14 Februari 2024 besuk,” pungkasnya.
Dengan sosialisasi mengenai pendidikan politik bagi pemilih pemula pada Pemilu 2024 tersebut diharapkan bisa menjadi bekal pemahaman bagi peserta didik guna menjadi pemilih pemula yang cerdas untuk memilih pemimpin bangsa dan demi kelangsungan hidup bangsa dan negara Indonesia. Aamiin. (jad’s/***)