Baca Juga

18 Oktober 2026

MAN 1 Kulon Progo

Santri Berlian

Dukung Gerakan Kulon Progo Asri, Pegawai MANSAKU Ikuti Aksi Ekoteologi Pasca Manunggal Fair #9

Kulon Progo (MAN 1 KP) — Pegawai Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kulon Progo mengikuti kegiatan Ekoteologi: Gerakan Kulon Progo Asri Pasca Manunggal Fair #9 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo pada Jumat (9/10/2026) di Alun-alun Wates. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian lingkungan sekaligus penguatan kesadaran masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, asri, dan berkelanjutan.

Partisipasi pegawai MAN 1 Kulon Progo atau MANSAKU dalam kegiatan tersebut sejalan dengan pentingnya membangun kepedulian lingkungan di lingkungan pendidikan. Madrasah tidak hanya berperan dalam mencetak generasi yang unggul secara akademik dan berkarakter, tetapi juga bertanggung jawab menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap alam sebagai bagian dari pendidikan akhlak dan pembentukan karakter peserta didik.

Ekoteologi merupakan pendekatan yang menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Dalam perspektif Islam, menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Alam bukan sekadar sumber daya yang dimanfaatkan, melainkan amanah yang harus dijaga keseimbangan dan keberlanjutannya.

Melalui gerakan Kulon Progo Asri, masyarakat diajak untuk membangun kebiasaan positif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Upaya tersebut dapat diwujudkan melalui pengurangan sampah, pemilahan sampah sesuai jenisnya, pemanfaatan kembali barang yang masih layak, penghematan air dan energi, serta menjaga kebersihan ruang publik maupun lingkungan tempat tinggal.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan. Sejalan dengan itu, Kementerian Agama Republik Indonesia turut mendorong penguatan ekoteologi sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan ini, ajaran agama diharapkan tidak hanya dipahami sebagai pedoman hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama manusia, tetapi juga sebagai landasan untuk membangun hubungan yang bertanggung jawab dengan alam.

Kepala MAN 1 Kulon Progo, Farida Rahmawati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dan menjadi bagian dari budaya madrasah.

“Menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama sekaligus bentuk pengamalan nilai-nilai keagamaan. Melalui gerakan Ekoteologi ini, kami berharap seluruh pegawai dan warga madrasah semakin memiliki kesadaran bahwa merawat alam adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab sebagai khalifah di bumi. Kebiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan, mengurangi sampah, dan merawat lingkungan perlu terus ditanamkan agar menjadi karakter dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Lebih lanjut, keterlibatan pegawai madrasah dalam kegiatan lingkungan diharapkan dapat memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut penting untuk memastikan bahwa gerakan pelestarian lingkungan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut menjadi aksi nyata yang konsisten dan berkesinambungan.

Bagi MAN 1 Kulon Progo, keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi wujud komitmen untuk mendukung program pemerintah dan Kementerian Agama RI sekaligus memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keagamaan. Semangat Ekoteologi diharapkan dapat terus diimplementasikan dalam kehidupan madrasah melalui perilaku ramah lingkungan, sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, nyaman, dan mendukung lahirnya generasi yang unggul, berprestasi, serta memiliki kepedulian terhadap kelestarian alam. (mar)