MAN 1 Kulon Progo

Santri Berlian

Kultum Dhuhur MAN 1 Kulon Progo Kupas Makna Doa Dunia Akhirat

Kulon Progo (MAN 1 KP) — Kegiatan Kultum Dhuhur MAN 1 Kulon Progo kembali menghadirkan suasana religius yang menyejukkan hati. Dalam kultum yang digelar pada Kamis (20/11/2025) di Masjid Al Huda Madrasah, penceramah menyampaikan tausiyah bertema “Memohon Kebaikan Dunia dan Akhirat” dengan mengutip Surat Al-Baqarah ayat 200–201 sebagai inti pesan.

Dalam penyampaiannya, H. Mustafid Enukhad, S.Ag., M.Si., menegaskan bahwa dua ayat tersebut mengajarkan keseimbangan hidup seorang muslim. Setelah umat Islam menyelesaikan ibadah, Allah memerintahkan agar tetap mengingat-Nya, sebagaimana firman-Nya: “Maka apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, ingatlah Allah sebagaimana kamu mengingat nenek moyangmu, atau bahkan dengan ingatan yang lebih dari itu.” Ayat ini menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dzikir dalam setiap fase kehidupan.

Lebih lanjut, penceramah menyoroti doa masyhur dalam ayat 201: “Rabbana aatina fid-dunya hasanah, wa fil-akhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaaban-naar.” Doa ini, menurut beliau, mencerminkan permohonan manusia agar memperoleh kebaikan yang lengkap, baik dalam kehidupan dunia, maupun di akhirat.

“Seorang muslim tidak hanya dituntut untuk mengejar urusan dunia semata, tetapi juga mempersiapkan bekal akhirat. Doa ini menjadi pengingat agar kita tidak terjebak pada salah satu sisi, tetapi mampu menyeimbangkan keduanya,” ujar beliau.

Kegiatan kultum yang diikuti oleh siswa, guru, dan pegawai ini berlangsung dengan khidmat. Para peserta tampak menyimak dengan antusias, terutama ketika penceramah mengaitkan pesan ayat dengan kehidupan remaja madrasah yang penuh tantangan, baik dalam belajar maupun membentuk karakter.

Dengan penyampaian yang sederhana dan mudah dipahami, penceramah berharap siswa MAN 1 Kulon Progo dapat menjadikan doa tersebut sebagai amalan harian dan pedoman dalam menjalani aktivitas.

“Kebaikan dunia itu berupa kesehatan, ilmu, dan kemanfaatan. Sementara kebaikan akhirat adalah keselamatan dari azab. Maka bacalah doa ini, pahami maknanya, dan amalkan setiap hari,” pesannya.

Plt. Kepala MAN 1 Kulon Progo, Sihono Setyo Budi, S.Pd., M.Si., juga memberikan apresiasi atas konsistensi kegiatan kultum yang terus berjalan. Menurutnya, pembiasaan seperti ini menjadi bagian penting dari pembinaan karakter religius siswa.

“Kultum Dhuhur bukan hanya sarana berbagi ilmu, tetapi juga upaya memperkuat budaya literasi keagamaan di madrasah. Kami berharap siswa mampu mengambil hikmah dari ayat-ayat Al-Qur’an dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sihono Setyo Budi

Melalui kegiatan kultum ini, madrasah berharap dapat terus menumbuhkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an serta membiasakan mereka mengisi waktu istirahat dengan kegiatan yang bermanfaat dan bernilai ibadah. Selain itu, kultum menjadi sarana pembinaan karakter religius, sekaligus memperkuat atmosfer spiritual di lingkungan madrasah. (mar)