Baca Juga

16 April 2026

MAN 1 Kulon Progo

Santri Berlian

Mansaku Ikuti Napak Tilas Sanoen Peringati 77 Tahun Gugurnya Agen Polisi Sanoen

Kulon Progo (MAN 1 KP) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kulon Progo atau yang akrab disebut Mansaku mengirimkan perwakilan siswa untuk mengikuti kegiatan Napak Tilas Sanoen dan Tabur Bunga dalam rangka memperingati 77 tahun gugurnya Agen Polisi Sanoen, Sabtu–Minggu (4–5/4/2026).

Kegiatan tersebut dimulai dari Monumen Sanoen di Sentolo sebagai titik start dan berakhir di Makam Sanoen di Gunung Asem, yang menjadi lokasi penutup rangkaian kegiatan dengan prosesi tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada pahlawan daerah.

Napak tilas ini diikuti oleh berbagai unsur pelajar, organisasi kepemudaan, serta masyarakat Kulon Progo. Para peserta berjalan menyusuri rute bersejarah yang dahulu dilalui oleh Agen Polisi Sanoen saat menjalankan tugasnya dalam mempertahankan kemerdekaan. Selain sebagai kegiatan sejarah, napak tilas juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal perjuangan tokoh lokal yang telah berjasa bagi bangsa dan daerah.

Perwakilan siswa Mansaku mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh semangat dan khidmat. Mereka turut larut dalam suasana penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan melalui rangkaian perjalanan napak tilas hingga prosesi tabur bunga di makam Agen Polisi Sanoen.

Plt. Kepala MAN 1 Kulon Progo, Sihono Setyo Budi, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa keterlibatan siswa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter dan penanaman nilai-nilai nasionalisme kepada peserta didik.

“Melalui kegiatan napak tilas ini, siswa dapat belajar langsung dari sejarah perjuangan para pahlawan daerah. Kami berharap kegiatan seperti ini mampu menumbuhkan semangat nasionalisme, rasa cinta tanah air, serta penghargaan terhadap jasa para pejuang,” ujar Sihono.

Lebih lanjut ia menambahkan bahwa madrasah selalu mendukung kegiatan yang memberikan pengalaman belajar kontekstual bagi siswa, khususnya yang berkaitan dengan sejarah perjuangan bangsa dan nilai-nilai kepahlawanan.

Dengan mengikuti kegiatan napak tilas tersebut, diharapkan para siswa tidak hanya mengenal sejarah secara teori di ruang kelas, tetapi juga merasakan secara langsung jejak perjuangan para tokoh yang telah berkorban demi kemerdekaan Indonesia. Mansaku pun terus berkomitmen menanamkan nilai patriotisme kepada generasi muda melalui berbagai kegiatan edukatif dan bermakna. (mar)