Kulon Progo (MAN 1 KP) — KH. Mustafid Enukhad, S.Ag., M.S.I. mengingatkan pentingnya memahami berbagai hal yang dapat membatalkan shalat saat mengisi kultum Zuhur di Masjid Al Huda MAN 1 Kulon Progo, Rabu (7/10/2026). Materi tersebut disampaikan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan siswa sekaligus membangun kesadaran agar ibadah shalat dilaksanakan secara benar sesuai ketentuan syariat.
Dalam kultumnya, KH. Mustafid menjelaskan bahwa shalat merupakan ibadah wajib yang memiliki ketentuan dan tata cara yang harus diperhatikan. Pemahaman mengenai hal-hal yang membatalkan shalat menjadi penting agar setiap muslim dapat menjaga kesempurnaan ibadahnya, baik dari sisi pelaksanaan maupun kesiapan dalam menjalankan berbagai rukunnya.
Materi tersebut juga relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Sebagai generasi yang sedang tumbuh dan membentuk karakter, siswa perlu memiliki pemahaman agama yang memadai agar mampu menjalankan ibadah secara sadar, tertib, dan bertanggung jawab. Pengetahuan tersebut diharapkan tidak hanya diterapkan di lingkungan madrasah, tetapi juga dibawa dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Selain sebagai kewajiban individual, shalat memiliki peran penting dalam pembentukan karakter. Pelaksanaan shalat secara benar dan disiplin dapat menjadi sarana menanamkan nilai tanggung jawab, ketertiban, kedisiplinan, serta kesadaran untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Bagi masyarakat secara lebih luas, pemahaman mengenai ketentuan shalat juga memiliki arti penting. Pengetahuan keagamaan yang benar dapat membantu masyarakat menjalankan ibadah dengan lebih baik sekaligus menghindari kesalahan dalam praktik keagamaan yang disebabkan oleh kurangnya pemahaman terhadap ketentuan syariat.
Kepala MAN 1 Kulon Progo, Farida Rahmawati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kultum Zuhur menjadi salah satu sarana strategis bagi madrasah untuk memperkuat pendidikan keagamaan sekaligus membentuk karakter peserta didik.
“Kultum seperti ini sangat penting karena memberikan penguatan keagamaan yang dapat langsung diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman tentang shalat bukan hanya persoalan pengetahuan, tetapi bagaimana siswa mampu melaksanakan ibadah dengan benar, disiplin, dan penuh kesadaran,” ujar Farida.
Menurutnya, pembiasaan kegiatan keagamaan di madrasah merupakan bagian dari upaya membangun keseimbangan antara kemampuan akademik dan karakter religius peserta didik.
“Kami berharap materi yang disampaikan dalam kultum tidak berhenti sebagai pengetahuan di lingkungan madrasah. Siswa dapat menerapkannya di rumah, mengamalkannya dalam kehidupan bermasyarakat, dan pada akhirnya menjadi bagian dari pembentukan pribadi yang berakhlak dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Kegiatan kultum Zuhur di Masjid Al Huda MAN 1 Kulon Progo tersebut diharapkan terus menjadi ruang pembelajaran keagamaan yang memberikan manfaat praktis bagi siswa. Melalui pembiasaan dan penguatan materi keislaman, madrasah berupaya membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki pemahaman agama dan karakter yang kuat. (mar)


Berita lainnya
Kepala Madrasah Lepas Kontingen MANSAKU Menuju Jelitaku 2026
Asah Wawasan Digital dan Kepramukaan, 10 Murid MANSAKU Ikuti JOTA-JOTI 2026
Dukung Transformasi Digital, MANSAKU Gelar Sosialisasi dan Pembinaan Aplikasi Srikandi