Baca Juga

18 Oktober 2026

MAN 1 Kulon Progo

Santri Berlian

Kepala MANSAKU Ikuti Pengukuhan Forum Pendidik Madrasah Inklusi DIY 2026–2031

Sleman (MAN 1 KP) — Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kulon Progo, Farida Rahmawati, S.Pd., M.Pd., mengikuti pengukuhan Forum Pendidik Madrasah Inklusi Daerah Istimewa Yogyakarta masa khidmah 2026–2031 yang diselenggarakan di MAN 2 Sleman, Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dan kolaborasi dalam mewujudkan layanan pendidikan madrasah yang inklusif, ramah, dan berkeadilan bagi seluruh peserta didik.

Keikutsertaan Kepala MAN 1 Kulon Progo dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan pendidikan inklusi di lingkungan madrasah. Melalui forum ini, diharapkan terbangun sinergi antarpengelola madrasah dan pendidik dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang mampu mengakomodasi keberagaman karakteristik, kebutuhan, serta potensi setiap peserta didik.

Forum Pendidik Madrasah Inklusi memiliki peran strategis sebagai wadah komunikasi, koordinasi, berbagi pengalaman, dan pengembangan kompetensi pendidik dalam menyelenggarakan pembelajaran yang inklusif. Keberadaan forum ini diharapkan dapat mendorong lahirnya praktik pendidikan yang lebih adaptif, sehingga setiap peserta didik memperoleh kesempatan yang setara untuk belajar, berkembang, dan meraih prestasi.

Kepala MAN 1 Kulon Progo, Farida Rahmawati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pendidikan inklusi merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan layanan pendidikan yang menghargai keberagaman dan memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki.

“Pendidikan inklusi bukan sekadar memberikan kesempatan kepada setiap peserta didik untuk belajar, tetapi juga memastikan bahwa mereka merasa diterima, dihargai, dan mendapatkan dukungan sesuai kebutuhannya. Melalui forum ini, kami berharap dapat memperkuat kolaborasi, berbagi praktik baik, serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan di madrasah agar semakin ramah dan inklusif,” ungkap Farida.

Lebih lanjut, keikutsertaan dalam forum ini diharapkan memberikan manfaat bagi MAN 1 Kulon Progo, terutama dalam memperluas wawasan mengenai penyelenggaraan pendidikan inklusi, memperkuat jejaring kerja sama antarmadrasah, serta mendorong pengembangan strategi pembelajaran yang responsif terhadap keberagaman kebutuhan peserta didik.

Penguatan pendidikan inklusi juga sejalan dengan upaya membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, nondiskriminatif, dan menghormati hak setiap peserta didik. Dengan demikian, madrasah tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan sikap empati, toleransi, kepedulian, dan penghargaan terhadap perbedaan.

Melalui pengukuhan Forum Pendidik Madrasah Inklusi DIY masa khidmah 2026–2031, MAN 1 Kulon Progo berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan madrasah yang berkualitas dan berkeadilan. Komitmen ini menjadi bagian dari ikhtiar MANSAKU dalam mewujudkan generasi yang unggul, berprestasi, berakhlak mulia, serta mampu menghargai keberagaman di tengah masyarakat. (mar)