MAN 1 Kulon Progo Lakukan Monev Pemberian TTD Bersama Puskesmas Pengasih 1

Kulon Progo (MAN1KP) – MAN 1 Kulon Progo melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bersama Puskesmas Pengasih 1 di RM Serang River View pada Jumat (11/11/2022) pagi. Kegiatan monev diikuti oleh perwakilan sekolah/madrasah di lingkungan Pengasih antara lain SMPN 1 Pengasih, SMPN 3 Pengasih, SMPN 4 Pengasih, MAN 1 Kulon Progo, SMKN 1 Pengasih, dan MTs Nurul Dholam.
Kepala MAN 1 Kulon Progo, H. Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd. menyampaikan bahwa ada empat perwakilan madrasah yang mengikuti kegiatan yaitu Nur Hidayati, S.Pd.I. (Pembina UKS sekaligus Koordinator TTD), Afina Wijaya Putri (Kelas X MIPA 1), Cici Ayu Wandira (Kelas XI IPS 3), dan Fika Dewi Garnis Arsita Sari (Kelas XII MIPA 1).
Lebih lanjut, Edi juga menuturkan bahwa kegiatan Monev Pemberian TTD sangat penting dilakukan. “Kegiatan Monev TTD sangat penting dilakukan untuk mengetahui hambatan dan kendala pemberian TTD. Dengan mengetahui hambatan/kendalanya maka madrasah/sekolah dapat mencari solusi bersama tim dari Puskesmas Pengasih 1,” kata Edi.
“Semoga MAN 1 Kulon Progo dan Puskesmas Pengasih 1 dapat melaksanakan monev pemberian TTD secara rutin,” pungkasnya.
Sementara itu, Nur Hidayati menyampaikan bahwa materi disampaikan oleh narasumber dari Puskesmas Pengasih 1 yakni Susiana Indri Utami dan Susana AS. Kegiatan yang dilakukan antara lain penyampaian materi mengenai cara mengunduh dan mengisi aplikasi ceria, kunci keamanan pangan, KEK, dan cara mengukur lingkar lengan/lila. Kemudian praktik pengukuran lila, monitoring dan evaluasi pemberian TTD.

Dalam kesempatan tersebut, Susana memaparkan mengenai hal yang berkaitan dengan gizi. Ada empat masalah gizi utama di Indonesia, yaitu Kekurangan Energi Konik (KEK), Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY), Kekurangan Vitamin A (KVA), dan Anemia Gizi Besi (AGB). Ia juga menyampaikan pentingnya pencegahan KEK karena untuk mengatasi KEK membutuhkan waktu lama bisa bertahun-tahun. “Beberapa cara pencegahan KEK antara lain: makan makanan yang bervariasi dan cukup mengandung kalori dan protein termasuk makanan pokok seperti nasi, ubi, dan kentang setiap hari. Kita dapat menambah dengan makanan yang mengandung protein seperti daging, ikan, telur, kacang-kacangan atau susu sekurang-kurangnya sehari sekali,” jelas Susana. “Minyak dari kelapa atau mentega dapat ditambahkan pada makanan untuk meningkatkan pasoka kalori, terutama pada anak-anak/remaja yang tidak suka makan,” tambahnya. Kemudian narasumber berikutnya, Susiana mengharapkan kerja sama sekolah/marasah untuk melakukan pengukuran lila pada siswi agar dapat diketahui prosentase siswi yang KEK. “Saya mohon pihak sekolah/madrasah dapat melaporkan jumlah siswa KEK bersamaan dengan data siswi yang sudah minum TTD,” harap Susiana, “dengan diketahui ada tidaknya siswa yang mengalami KEK dan jumlahnya maka kita segera dapat melakukan tindak lanjut dan mencari solusinya.” Usai kegiatan, salah satu siswa perwakilan dari MAN 1 Kulon Progo, Fika ketika dimintai keterangan merasa sangat senang bisa mengikuti kegiatan tersebut karena banyak ilmu yang didapat. “Alhamdulillah, saya dan teman-teman mendapat ilmu kesehatan dari Bu Susiana dan Bu Susana. Kami pun bisa langsung praktik mengukur lingkar dengan baik,” ungkap Fika. (nhd/***)